Pages

Tuesday, 23 July 2013

Perdana Menteri Inggris 'David Cameron' Melarang Pornografi Online

http://2.bp.blogspot.com/--OTEqJavODs/UVcUrdoXhJI/AAAAAAAAAMk/isGCJ3S0Mdg/s320/DavidCameron.jpg

Beberapa tahun yang lalu, tepatnya di tahun 2010, Menteri Tifatul Sembiring sempat menjadi buah bibir berkat kebijakannya yang cukup terbilang kontroversial. Pasalnya, Menteri Komunikasi dan Informatika ini memutuskan untuk menutup akses para pengguna internet di Indonesia kepada situs yang memiliki konten berbau pornografi.

Sebagian masyarakat Indonesia pada saat itu sempat menilai bahwa kebijakan yang dibuat oleh Tifatul mencederai kebebasan para pengguna internet. Namun, tak sedikit pula yang bersikap setuju atas sikap tegas pria kelahiran Bukittinggi ini. Terbukti langkah sang menteri juga akan diikuti oleh Perdana Menteri Inggris dalam waktu dekat.

Entah terinspirasi atau tidak dengan langkah Tifatul Sembiring, David Cameron baru-baru ini menyatakan niatnya untuk membatasi akses para pengguna internet di Inggris kepada situs-situs porno. Cameron menjelaskan bahwa kebijakannya tersebut adalah demi menghindari efek-efek negatif pornografi terhadap anak-anak di bawah umur.

Menurut kabar yang dirilis The Verge, Senin (22/07/13), akses ke semua situs porno online akan diblok secara total. Untuk melakukan hal tersebut, Cameron akan meminta seluruh perusahaan penyedia jaringan internet untuk menutup akses ke laman-laman pornografi.

“Di akhir tahun ini, semua pelanggan internet baru akan secara langsung mendapatkan sebuah fitr family-friendly filter,” jelas Cameron pada hari Senin (22/07/13), saat berpidato di depan kelompok perlindungan anak. “Anda hanya butuh memilih opsi ‘next’ atau ‘enter’ untuk mengaktifkan filter tersebut.”

Cameron tampak tak main-main, ketika ia menyebut nama-nama pemain besar di dunia internet. “Saya memiliki pesan yang jelas untuk Google, Bing, Yahoo, dan (perusahaan) lainnya. Kalian memiliki sebuah kewajiban, yaitu kewajiban moral. Gunakan otak kalian untuk membantu menyingkirkan (pornografi dari internet),” lanjut Cameron.

Cameron beralasan bahwa langkah yang ia ambil ini berdasarkan pengalamannya sebagai seorang ayah yang ingin melindungi anaknya dari keburukan dunia internet. “Saya tidak berpidato untuk memperbaiki moral umat manusia. Saya hanya merasa bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk beraksi,” tutup Cameron

No comments:

Post a Comment

Jangan Lupa Tinggalkan Pendapat Anda di Kotak Komen Ini Ya. ^_^